Langsung ke konten utama

That's Your Friend

Sekali lagi tabahkan hatimu
Lindungi sabarmu
Dekap ikhlasmu
Mereka adalah temanmu mengarungi duniamu
Jangan lepaskan agar kehancuran tidak mudah menyerangmu

Hai insan yang sebenarnya tidak ingin rapuh terlalu dini
Apa kabar dengan teman-temanmu diatas tadi?
Adakah masih mereka semua menemani?
Atau sudah lama pergi?

Kamu boleh egois dengan keadaanmu yang menurutmu sudah tak lagi berwarna
Tidak ada salahnya juga bersikap acuh kepada sesama
Karena duniamu tidaklah melulu tentang mereka yang hanya pandai membaca
Pun kamu tidak akan rugi jika hanya diam menikmati lara

Hidupmu pilihanmu
Anggap saja mereka semua angin lalu
Baiknya fokus saja pada jalanmu
Jalan yang sudah pasti berliku nan berbatu

Aku tidak menyuruhmu menjadi diri yang angkuh hingga tidak peduli dengan orang-orang yang sesungguhnya menyayangimu
Aku hanya memberikan bocoran tentang rintanganmu didalam labirin hidupmu
Karena aku pernah menjadi kamu, hanya saja dimensiku berbeda, bukan sepertimu

Cari sendiri bahagiamu
Cari sendiri zona nyamanmu
Rajut sendiri suksesmu
Percayalah, semuanya akan segera berlalu

Aku tahu ini tidaklah mudah
Jika terasa sangat berat, bersimpuhlah meminta kepada Rabb-Mu
Sukar jalanmu adalah bagian dari skenario-Nya
Jangan melupakan satu-satunya yang bisa menolongmu dalam segala keadaanmu

Aku temanmu
Masalah pun temanmu
Gagal juga temanmu
Tetapi bangkit adalah sahabatmu
Teman dan sahabat adalah dia definisi yang mungkin tidak bisa bersatu, tetapi mereka adalah satu:)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Move Up Beeee

Sudah tidak seharusnya ada benci diantara cerita yang pernah terkisah. Kita bukan lagi bocah 7 tahun yang membenci temannya ketika mainannya direbut, atau membenci temannya ketika teman mainnya direbut. Kita sudah setengah jalan melewati bebatuan yang tersusun bernama kehidupan. Kali ini aku bukan membahas tentang hidup lagi, tetapi masa lampau. Masa yang sudah terlewati bahkan ada yang sudah tidak lagi ada dalam memori. Entah karena ada yang buruk atau memang tipe yang tidak suka mengenang hingga dengan ringan bisa begitu saja hilang dari ingatkan, masa lalu tidaklah seburuk itu. Dilupakan atau dipaksa terlupakan. Tidak akan ada jalan menuju hari ini kecuali jembatan yang disusun oleh kepingan kenangan masa lalu. Mungkin banyak air mata sehingga ketika sudah bahagia dengan otomatis dia tidak lagi menjadi topik utama. Mungkin ada sakit sehingga ketika sudah menemukan obatnya maka tidak ada antisipasi dengan pengalaman yang pernah dialami. Perlu kita ketahui bahwa masa yang benar-benar ...

This is The Moment

Sudah saatnya aku keluar, sudah waktunya aku melupakan. Sudah seharusnya memang beginilah arah takdirnya. Tidak selamanya yang kita inginkan bisa kita dapatkan. Aku sungguh sangat membenarkan kalimat tersebut. Meski hatiku masih bersangsi, namun sebenarnya sudah pasti dirinya yang aku ingini. Lalu kini Tuhan menunjukkan jawabannya. Bukan iya tetapi tidak. Bersamaku dia selalu terluka, maka sudah saatnya dia bahagia. Tidak dengan cintanya yang lama, tapi dengan lembaran baru kisahnya. Aku pun sadar perbedaan mendasar antara aku dengannya, yang hampir mungkin tidak bisa untuk bersatu, bersama. Sifat yang bertolak belakang, kebiasaan yang bahkan tidak ada sedikitpun kesamaan. Maka sebenarnya penuh perbedaan ditengah kita, eh? Ditengah aku dan dia. Dulu aku memaksakan untuk bersama, kupaksa melakukan apa yang dia lakukan, menyukai apa yang dia sukai, pura-pura memang itulah yang ingin aku lakukan meski bukan dari hati. Semuanya terasa berbeda, mengganjal. Seharusnya aku bisa menjadi diriku...