Pada beberapa kesempatan, aku benar-benar berusaha untuk tidak memandangmu dari sisi lukaku, aku tahu semuanya adalah bentuk dari sebuah alasan. Bahkan aku mengetik ini pun dengan alasan. Aku mungkin pernah mendeklarasikan luka bebat ini, tetapi itu adalah dari sisiku. Aku belajar untuk tidak menyalahkan luka yang mungkin tidak sengaja berpihak kepadaku. Apakah berusaha memperbaiki namamu itu berat? Sangat berat. Bagaimana tidak? Sumber utama jalanku hampir berhenti adalah kamu. Lalu kini dengan satu alasan saja aku harus memaksa diriku untuk menjadikan namamu adalah nama bersejarah tetapi bukan tentang luka. Tetapi ternyata aku bisa! Aku bisa berdamai dengan metamorfosis luka. Meski pada awalnya menambah luka. Pada dasarnya, semua yang kita usahakan tidak sama sekali berujung kecewa. Setidaknya kita pernah mencoba, salah? Definisi gagal yang sebenarnya terletak pada mereka yang tidak pernah mencoba, entah takut dengan hasilnya atau memang tidak mau berusaha. Aku lega sekali. Berdamai. Kata yang menenangkan kini sudah ada didalam bagian hidupku. Aku bahagia, kini masa lalu bukanlah kisah semu bagiku. Masa lalu adalah rindu, dimana rasanya ingin sekali aku sekali dua berkelana kembali disana lalu merasakan kembali bagaimana hebatnya. Terima kasih, tentang masa yang pernah terlewatkan, dia adalah teman rinduku bukan semu. Aku senang bisa melalui peristiwa itu
Sudah tidak seharusnya ada benci diantara cerita yang pernah terkisah. Kita bukan lagi bocah 7 tahun yang membenci temannya ketika mainannya direbut, atau membenci temannya ketika teman mainnya direbut. Kita sudah setengah jalan melewati bebatuan yang tersusun bernama kehidupan. Kali ini aku bukan membahas tentang hidup lagi, tetapi masa lampau. Masa yang sudah terlewati bahkan ada yang sudah tidak lagi ada dalam memori. Entah karena ada yang buruk atau memang tipe yang tidak suka mengenang hingga dengan ringan bisa begitu saja hilang dari ingatkan, masa lalu tidaklah seburuk itu. Dilupakan atau dipaksa terlupakan. Tidak akan ada jalan menuju hari ini kecuali jembatan yang disusun oleh kepingan kenangan masa lalu. Mungkin banyak air mata sehingga ketika sudah bahagia dengan otomatis dia tidak lagi menjadi topik utama. Mungkin ada sakit sehingga ketika sudah menemukan obatnya maka tidak ada antisipasi dengan pengalaman yang pernah dialami. Perlu kita ketahui bahwa masa yang benar-benar ...
Komentar
Posting Komentar