Langsung ke konten utama

Please, I'll Save You

Aku mengerti bagaimana dirimu. Aku paham sebatu apa jalanmu. Dan aku lebih dari tahu gaya hidupmu. Disini aku berusaha untuk tidak mempedulikan semua itu. Aku berusaha memperbaiki jalanmu, melengkapi segala kekuranganmu, tersenyum menguatkanmu, dan segala hal tentang menerimamu. Aku sedang ingin memberikanmu ruang untukmu berjuang, aku sedang ingin memberikanmu pintu agar kau buka. Bukan aku tidak mau menyepadankan segala apa yang kamu usahakan, tetapi memang kaki sulit sekali untuk bertahan. Aku sama sekali tidak mengerti mengapa aku berada pada fase ini. Tidak juga sedikitpun terlintas bahwa sosokmulah yang datang memperjuangkan. Meski banyak alasan tentang ketidakmungkinan didalam kisah kita, tetapi aku yakin tentang definisi cinta. Bagaimana kuatnya sebuah kata menjalinkan ikatan tak terlepaskan, bagaimana kokohnya kaki berlari menembus asa yang hampir pergi. Aku yakin dengan segala kekuatan yang kita miliki, dunia akan lelah menghakimi. Saat ini aku hanya meminta satu hal kepadamu dari segala halku, tolong jangan patahkan keyakinanku lalu mematahkan harapanku. Karena kamu tidak pernah tahu bagaimana jatuh bangunnya aku mendirikan keyakinan ini tanpa bantuanmu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

INI UNTUKMU AYAH

Assalamu’alaikum Hai, salam kenal aku Salsa. Tulisan ini dibuat pada hari Selasa, 29 Juni 2021 tepatnya pukul 00.37 dini hari. Aku ingin sedikit bercerita tentang sosok hero terhebat yang pastinya sudah membuatku jatuh cinta sejak pertama kali indera penglihatanku menyapa alam. Mungkin dulu dialah sosok yang pertama kali tersenyum haru, bangga dan bahagia menyambut tangisanku yang nakal. Kalian tahu? Mungkin dulu Salsa kecil memanggil-manggil kedua malaikat yang akan selalu melindungi dan menyayanginya selama dia hidup, berupa tangisan yang memekakkan telinga siapapun yang mendengarnya. Mengikarkan janji bahwa Salsa akan selalu menyayangi kedua malaikatnya selama dia pun masih hidup. Mungkin dulu sosok tangan kekar penuh keringat yang selalu menggendong dengan bangga putri kecilnya, lalu malaikat bermata teduh dan bermandikan peluh mencium lembut seraya berbisik “selamat dating nak, ini keluargamu, tempatmu pulang. Ayah dan Ibu akan selalu menjagamu”. Mereka selalu memberikan kasih sa...

Untuk Pejuang Tenang

Layaknya karang yang selalu diterpa ombak. Dari ombak kecil bahkan badai hingga amukan laut yang semula tenang. Seperti itulah perumpamaan raga manusia. Dia bisa rapuh, dia bisa hancur, dia bisa kehilangan asanya. Ketika seluruh dunia berlomba-lomba menjadi yang terkuat untuk menyakitinya. Manusia bukan karang yang meskipun dia sudah hancur tetapi tetap mampu menjadi karang yang sama setelahnya. Tidak apa-apa menyerah sebentar, tidak apa-apa ingin berhenti sebentar, manusiawi. Manusia punya rasa lelah yang amat sangat hingga mampu memporak porandakan tujuan hidupya. Mampu melupakan penciptanya dan mampu merajut fikiran bahwa mati adalah yang terbaik daripada hidupnya. Tertekan, tersiksa, terhimpit didalam batin lebih menyakitkan daripada sakit fisik yang mampu menghilangkan kesadaran manusia. Karena batin yang terlalu lelah disabit parang, bukan hanya mampu menghilangkan kedasaran, tetapi juga mampu menghilangkan nyawa. Bahkan oleh orang-orang yang ternyata adalah orang yang disayangi,...